CUCUR TRADISIONAL
(KEWIRAUSAHAAN)
Ringkasan
Eksekutif
Nama
Bisnis : Cucur Tradisional
Alamat :Dsn. Mulyorejo, RT/RW
: 003/001, Desa Bader, Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban.
Visi :Menjadi produsen ternama di Bidang kue / jajanan tradisional dengan mengutamakan, kualitas produk, dan pelayanan
demi kepuasan pelanggan.
Misi : Memberi
kepuasan kepada para konsumen dengan mengunakan produk bermutu, dengan tetap
mempertahankan rasanya yang enak dan legit khas Nusantara.
Motto : “ The Traditional Food is the best”
Deskripsi Produk :Cucur adalah kue tradisional
Indonesia yang dibuat dengan cara digoreng sehingga banyak mengandung minyak.
Kue yang merupakan jajanan pasar tradisional yang masih banyak peminatnya.
Selain harganya murah, rasanya
juga enak, manis, gurih, empuk di tengah dan krispi di bagian pinggirnya. Kue cucur
ini juga memiliki bentuk bulat
dan bundar seperti bulan.
Target Pasar : Semua kalangan
Strategi Pemasaran : Mengunakan sistem direct selling dengan
melakukan promo melalui internet, brosur dan pamflet, mobil delivery dan
lain-lain.
Rancangan Dana : a.
Biaya Tetap / fixed cost : Rp. 2.646.000,00
b.
Biaya variabel / variable cost : Rp. 87.000,00
c.
Total: Rp. 2.733.000,00
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makananan khas merupakan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat
tertentu, dengan citarasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Bagi masyarakat Indonesia umumnya amat diyakini khasiat, aneka
pangan tradisional, seperti manisan pala, pisang sale, kembang Loyang, lepat dan lain –
lain.
Makanan tradisional Indonesia adalah
segala jenis makanan olahan asli Indonesia, khas daerah setempat, mulai dari
makanan lengkap, selingan , yang cukup kandungan gizi, serta biasa dikonsumsi
oleh masyarakat daerah tersebut. Demikian juga cara pengolahannya dilakukan dengan beragam dan
bervariasi seperti: Dengan membakar/memanggang, pengasapan, pemepesan,
pengukusan, menggoreng dan menumis. Makanan
tradisional Indonesia dipengaruhi oleh kebiasaan makan masyarakat dan menyatu
di dalam sistim social budaya berbagai golongan etnik di daerah-daerah. Makanan
tersebut disukai , karena rasa, tekstur dan aromanya sesuai dengan seleranya.
Demikian juga dengan kebiasaan makan khas daerah umumnya tidak mudah berubah,
walaupun anggota etnik bersangkutan pindah ke daerah lain.
Kue tradisional dengan berbagai macam penampilan yang cantik baik dari
warna maupun bentuk teksturnya yang terdapat serat – serat dibagian pinggirnya,
mengandung berbagai macam bahan dasar. Bahan dasar yang bisa dibuat secara
alami maupun dengan menggunakan bahan dasar yang siap saji. Pada zaman yang
serba mengalami kemajuan ini, semua barang – barang mentah bisa diolah dengan
menggunakan kecanggihan yang dimiliki oleh setiap perusahaan yang bersangkutan.
Para perusahaan yang terlibat, cara
mengolahnya dengan menggunakan teknik dasar tertentu agar hasil dari
bahan olahan sesuai dengan adonan dasar yang dijadikan bahan dasar pembuatan
kue cucur tradisional. Bahan dasar atau
utama dalam pengolahan kue cucur tradisional yaitu :
1. Tepung beras. Tepung ini bisa dibuat
sendiri dari butiran beras yang digiling halus, juga bisa dibuat dari tepung
beras yang siap pakai. Tepung yang bisa ditemukan di swalayan maupun di pasar
tradisional ini harus dipilih berdasarkan kualitasnya. Misal dalam hal
kadaluwarsa, pilih kemasan yang tidak berlubang, tepung beras mudah rusak,
berbau dan berkutu karena tidak tahan terhadap udara lembab. Dalam penggunaan
tepung beras ini, juga bisa ditambahkan dengan tepung teriu yang kandungan
proteinnya sedang . Efek dari penambahan tepung terigu ini bisa membuat hasil
kue kucur tidak begitu keras dan lentur saat digigit.
2. Gula merah. Gula merah ini yang menjadikan
kucur berwarna coklat. Akan tetapi banyak dijumpai bahwa hasil dari kue cucur
ini memiliki variasi warna misal, hijau , kuning, putih dan merah muda, hal
tersebut dikarenakan pemakaian gula pasir. Apapun jenis gula yang dipakai tidak
menjadi persoalan, karena pengusaha kue cucur bisa membuat hasil karya sesuai
dengan kebutuhan yang diinginkan di pasaran. Dengan catatan jika menginginkan
hasil warna kue cucur tidak gelap atau menginginkan variasi warna, maka
penggunaan gula antara gula merah dengan
dengan gula pasir perbandingannya yakni 1:3. Untuk pewarna dan menghasilkan
aroma tidak hanya menggunakan gula, tetapi juga bisa menggunakan vanili, buah –
buahan nangka, strawberry, durian dan lain –lain. Keguanan dari penggunana gula adalah untuk mengempukan susunan sel adonan dan memberi rasa manis.
3. Tepung terigu. Tepung terigu merupakan bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tepung
Terigu mengandung energi sebesar 365 kilokalori, protein 8,9 gram, karbohidrat
77,3 gram, lemak 1,3 gram, kalsium 16 miligram, fosfor 106 miligram, dan zat
besi 1 miligram.[1]
Tepung terigu merupakan makanan yang berbasis gandum, ketersediaannya banyak
melimpah di pasaran, harganya murah, proteinnya tinggi, dan pengolahannya yang praktis mudah telah menjadikan makanan
berbasis tepung terigu merambah cepat ke berbagai Negara. Tepung terigu dalam pembuatan kue cucur
ini adalah sebagai pelengkap atau tambahan tepung beras, dimaksdkan agar hasil
dari kue cucur tersebut lebih mantap dan tentunya lebih enak untuk dikonsumsi.
4. Air Kelapa. Air kelapa memiliki banyak khasiat secara umum diantaranya yaitu
menetralkan racun yang ada dalam tubuh , menghilangkan rasa kekelahan dan lesu,
menjaga fungsi pencernaan dalam tubuh, mengurangi kolesterol jahat, membuat
kulit bercahaya dan juga melindungi kulit, sebagai antibiotic, mengobati orang
yang sedang mabuk disebabkan mengkonsumsi obat – obatan atau pil tertentu dan
masih banyak yang lain. Air kelapa dalam pembuatan kue cucur merupakan bahan
dasar dalam pengolahannya. Dalam pembuatan kue cucur dengan menambahkan air
kelapa disebabkan kandungan yang ada pada air kelapa sangat bagus untuk
campuran suatu makanan yakni Air, karbohidrat,protein, lemak, abu, sejumlah nutrisi (sukrosa,fluktosa,
dan destrosa) serta vitamin B kompleks ( biotin, asam pantotenat, asam
folat, dan riboflafin ), kandungan tersebut jika masuk dalam tubuh sangat
bermanfaat. Sehingga setiap pembuatan kue atau makanan tidak lepas dari
campuran air kelapa.
5. Garam. Garam merupakan bahan yang
mengandung senyawa kimia Sodium
atau Natrium Klorida (NaCl). Manfaat garam secara umum diantaranya adalah
menghilangakn bekas tetesan lilin, membersihkan bau bekas tumpahan masakan,
menguji kesegaran telur, membersihkan spon, membunuh tanaman racun dan ulat,
mengurangi sengatan lebah dan masih banyak yang lain. Pemakaian garam dalm
pengolahan suatu makanan atau pembuatan kue digunakan sebagai penyedap masakan,
sehingga segala sesuatu yang diolah bisa terdeteksi rasanya. Jika dalam proses
pengolahan suatu makanan atau kue tanpa menggunakan penyedap maka hasilnya juga
kurang maksimal.[2]
Makanan khas atau jajanan khas Nusantara ini, dari zaman tradisional
hingga zaman modern tetap mendapatkan eksistensi sebagai makanan ringan yang
murah dan mudah dalam penyajiannya. Resep turun temurun dari zaman tradisional
masih bisa diterapkan dalam pembuatan kue cucur pada zaman yang serba modern
ini. Resep yang diterapkan dalam pembuatan kue cucur sangatlah sederhana,
simple mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Cara pembuatan pun juga
cukup digoreng . Jadi
membuat kue ini tidak perlu repot-repot menggunakan oven atau panggangan.
Cucur adalah makanan atau jajanan khas Indonesia yang
digemari oleh masyarakat Indonesia. Secara umum, kue cucur adalah gorengan
tepung terigu dan tepung beras yang dicampuri dengan air kelapa hingga membentuk adonan kental, diberi bumbu (gula merah atau gula
putih, kayu manis dan santan, masukkan juga daun pandan atau vanili
). Cucur mudah ditemukan di pasaran, warung makan. Di pedesaan biasanya disajikan dalam acara pernikahan atau pelayatan.
Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin tetap mempertahankan ciri khas
makanan tradisional Indonesia. Sekalipun dalam dunia modern, banyak sekali
makanan yang lebih enak dan lezat dan prosesnya juga cepat (instant), akan
tetapi eksistensi suatu budaya atau adat jauh lebih penting untuk selalu
dikembangkan. Pada dasarnya suatu budaya
atau adat tidak bisa digantikan dengan kebudayaan lain atau ciri khas daerah
lain. Cinta produk dalam negeri jauh lebih membanggakan daripada imitasi produk
luar negeri. Sebagai anak bangsa dengan sekuat tenaga dan didorong dengan
kemauan yang keras untuk tetap cinta produk dalam negeri, dalam hal ini dalam
proses pembuatan kue cucur tradisional yang selalu menggunakan dan menerapkan bahan dasar
dan proses pembuatan yang tidak bisa dirubah dari zaman tradisional hingga
zaman modern karena merupakan resep turun temurun. Bukan hanya ciri khas
Indonesia yang perlu dikembangkan, akan tetapi cirri khas Negara lain juga
perlu dikembangkan. Pengembangan dan pemberdayaan dalam ciri khas Nusantara
bisa diterapkan dalam segala hal termasuk dalam hal makanan salah satunya yakni
Indonesia dengan ciri khas makanan “ Cucur Tradisional “.
B. Tujuan dan Manfaat
1.
Tujuan :
a)
Mengelola kue cucur dari bahan-bahan dasar sehingga memiliki nilai tinggi dan menjadikan
sebagai makanan ataupun camilan yang sehat dan ekonomis bagi seluruh kalangan.
b)
Ikut menyemarakkan ragam kuliner Nusantara dengan mengembangkan
dan mempertahankan kue atau jajanan khas
Indonesia.
c)
Menjadikan cucur
tradisional sebagai peluang usaha
yang menjanjikan. Tidak hanya cara kerja yang mudah akan tetapi ciri khas dan
keunikannya yang menjadi daya tarik untuk mencoba usaha tersebut.
2. Manfaat
a) Menyediakan kue atau jajanan bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
b)
Membuka lapangan
kerja bagi masyarakat.
c)
Mendidik
masyarakat Indonesia untuk mencintai makanan atau jajanan khas Nusantara.
C.
Analisis SWOT
Pemasaran adalah suatu
proses menyeluruh dan terpadu serta terencana, yang dilakukan oleh institusi
untuk menjalankan usaha guna memenuhi kebutuhan pasar dengan cara membuat
produk, menetapkan harga, mengkomunikasikan, dan mendistribusikan melalui
kegiatan pertukaran untuk memuaskan konsumen dan perusahaan. Kegiatan pemasaran tidak dapat dipisahkan dari seluruh
rangkaian kegiatan usaha perusahaan karena didalamnya terdapat banyak
bagian-bagian yang harus dimengerti dan dilaksanakan khususnya oleh seorang
pemasar/lembaga pemasaran. Masalah pemasaran merupakan salah satu
aspek yang sangat penting bagi perusahaan untuk menjalankan roda perusahaannya,
karena tidak jarang perusahaan gagal mencapai tujuannya disebabkan sistem
pemasaran yang kurang tepat.
Pemasaran mempunyai peranan yang sangat menentukan karena
pemasaran mempunyai kedudukan sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
Pemasaran merupakan suatu urutan-urutan kegiatan yang saling berkaitan erat dan
bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses
pertukaran. Dengan demikian perusahaan dalam menjalankan usahanya perlu
memperhatikan dan mengembangkan sistem pemasarannya.
Kebutuhan
konsumtif manusia dewasa ini telah banyak mengalami peningkatan. Contohnya
dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk kebutuhan konsumsinya. Seiring dengan
perkembangan zaman, masyarakat cenderung menginginkan produk yang tidak hanya
instan dan praktis dalam penyajiannya, namun juga menyehatkan. Melihat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan
pentingnya kesehatan semakin meningkat, Oleh karena itu produk yang akan digunakan
adalah
Cucur Tradisional . Pemilihan cucur sebagai media karena cucur merupakan makanan dan juga kue atau jajanan pasar yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia.
Selain itu cucur juga makanan khas Indonesia sehingga tidak
keluar dari ciri khas nusantara.
Untuk mengetahui karakteristik pasar, konsumen,
pangsa pasar, dan pesaing, maka perlu diakukan analisa pasar. Hal ini berguna
untuk strategi pemasaran produk dan meningkatkan kualitas dan pelayanan dari
produk. Sasaran dari produk cucur ini
adalah semua kalangan, karena ciri khas yang dimiliki kue cucur tidak hanya
dibutuhkan oleh beberapa golongan saja, namun semua golongan baik itu lansia,
anak-anak, dewasa dan sebagainya. Dengan adanya produk ini secara langsung kita
mendidik konsumen untuk mencintai
kekayaan kuliner Nusantara.
Dalam menjalankan bisnis ini, kami menggunakan beberapa
cara pemasaran yakni (Marketing Strategy) : Mengikuti berbagai kontes pengusaha
dan pameran di dalam maupun luar negeri, menawarkan produk melalui berbagai
komunitas dunia maya seperti : Kaskus, Facebook dan lain-lain, membuat iklan gratis maupun premium di
internet, mengadakan promo door to door.
Sistem pemasaran yang digunakan adalah Direct
Selling. Kami melayani pembeli secara langsung tanpa perantara toko-toko,
swalayan, warung dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan
harga produk. Sehingga kepuasan konsumen dapat tercapai. Selain itu dalam
pembelian kami membatasi jumlah produk yang dibeli, masing-masing item maximal
5 bungkus untuk mencegah adanya pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan di
luar wewenang perusahaan.
Teknik analisa yang paling dikenal untuk analisa
pasar adalah Analisa SWOT atau Strengths, Weaknesses,Opportunities, dan Threats
yaitu Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Dasar dari
analisa ini adalah menunjukkan dan merekomendasikan hal – hal agar suatu
perusahaan dapat menambah laba dan keuntungan serta menghindari kerugian.
1. Kekuatan
Yang termasuk ke dalam kekuatan adalah sumber daya,
ketrampilan, atau keunggulan dari perusahaan. Dalam hal ini kekuatan yang
dimiliki oleh Cucur Tradisional. Sumber daya
apa yang dimilikinya, yaitu :
a.
Sumber daya
bahan baku, dimana produk utama yang ditawarkan oleh Cucur Tradisional adalah cucur dengan mengunakan
bahan-bahan tambahan sebagai pengisi.
b.
Ketrampilan para
pekerjanya, yaitu kehandalan dari tenaga kerja atau karyawan cucur
tradisional yang disesuaikan dengan
bagian masing-masing.
c.
Keunggulan dari
produk – produk yang ditawarkan. Yaitu nilai tambah produk – produk dari cucur
tradisional dan kelebihan yang
dimiliki cucur tradisional dibandingkan
dengan perusahaan lain yang sejenis.
d.
Harga relatif
terjangkau untuk semua kalangan.
2. Kelemahan
Kelemahan adalah hal – hal yang dapat
mengurang efisiensi kerja dari perusahaan. Seperti kondisi keuangan perusahaan,
sumber daya yang belum memadai, dan hal
– hal lainnya yang dapat menghambat efektivitas perusahaan ( Cucur
Tradisional ).
1. Peluang
Peluang adalah perubahan yang mungkin
terjadi
di dalam keadaan perusahaan.
Peluang bisa menjadikan perubahan terhadap kondisi di dalam atau di luar
perusahaan, terutama dalam penambahan keuntungan perusahaan. Melihat produk
yang ditawarkan merupakan inovasi baru dalam pasar sehingga dapt menjadi paten
pengusul ide. Selain itu peluang itu muncul dengan meningkatnya kesadaran para
konsumen akan pentingnya pelestarian dan pengembangan kebudayaan dalam hal ciri
khas makanan Nusantara yang menjadi icon
produk dalam negeri.
2.Ancaman
Ancaman adalah situasi yang tidak
menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Contohnya muncul pesaing baru,
perubahan teknologi yang berakibat pada keadaan perusahaan, serta hal – hal
lain yang mungkin terjadi di luar kendali perusahaan. Ancaman tentu saja akan
terus ada, karena terkait dengan keadaan di sekitar yang terus mengalami
perubahan serta pengaruh pola pikir manusia untuk terus meningkatkan
keuntungan.
Hal – hal di atas perlu dilakukan agar perusahaan dapat terus maju dan
berkembang. Selain itu, perlu dilakukan juga penambahan informasi oleh
perusahaan. semua perusahaan harus memiliki sistem informasi pemasaran yang
menghubungkan dunia luar dengan para eksekutif di dalam perusahaan. Agar dapat
mengikuti perkembangan zaman yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan
meningkatkan citra serta kualitas.
A. Analisis
Keuangan
1. Fixed cost
Sewa tempat :
Rp. 2.000.000,00
Biaya listrik :
Rp. 400.000,00
2. Alat Produksi
Baskom : 3 buah x
5000 = 15.000
Timba : 1 buah x
15.000 = 15.000
Wajan besar :
1 buah x 120.000 = 120.000
Saringan besar :
2 buah x 16.000 = 32.000
Sutil :
1 buah x 15.000 = 15.000
Tempeh :
1 buah x 6.000 = 6.000
Kompor gas :
1 buah x 150.000= 150.000
Tabung elpiji :1 buah x
200.000 = 200.000 +
Total fixed cost = 553.000
3. Variabel cost
Label = 13.000
Plastik :100
biji x 1500 = 150.000
Karton :
100 biji x 1000 = 100.000
Kotak kardus kecil :
100 biji x 300 = 30.000
Kotak kardus besar :
100 biji x 1800 = 180.000
Tepung beras :
5 kg x 4.000 = 20.000
Tepung terigu :
5 kg x 4.000 = 20.000
Gula merah ¼
gr
= 1.500
Air kelapa -
Garam :
1 pack x 2.500 = 2.500
Minyak goreng :
1 liter x 13.000 = 13.000
Santan -
Kayu manis bubuk :
I bungkus = 2.000
Daun pandan -
Vanili :
1 bungkus = 1.000
Ikat simpul : 3
ikat x 500 = 1.500
+
Total
variable cost =
534.500
TVC
Perhari
untuk penjualan cucur tradisional =
200.000
Perbulan
( 30 hari ) =
200.000 x 30 = 6.000.000
Harga setiap bungkus =200.000
= 2.000
100
Profit
TR = P X Q
=
6000 X 100
=
600.000
TC = TFC + TVC
=
(553.000 : 30 ) + 534.500
=
18.433+ 534.500
=
552.933
TOTAL PROFIT = TR - TC
= 600.000 – 552.933
= 47. 067
BEP = TFC / P – VC
= 18.433 / 6000 – 2000
= 18.433 / 4000
= 4 hari
D. Kesimpulan
Bisnis RJT ”Cucur
Tradisional” merupakan prospek
bisnis yang menjanjikan. Hal tersebut karena konsep yang dibuat sedetail
mungkin
dalam dunia kuliner Indonesia.
Selain itu dengan adanya produk ini secara tidak langsung mendidik masyarakat
Indonesia untuk hidup sehat dan mencintai kuliner Nusantara.
Konsep yang ditawarkan dalam bisnis RJT “ Cucur Tradisional”
adalah adanya pengisi yang berasal dari bahan-bahan kejawen atau olahan sendiri. Selain mementingkan rasa, produk ini juga
memntingkan kesehatan para konsumen, oleh karena itu bahan ini dipilih dari
bahan-bahan yang memiliki khasiat tertentu bagi tubuh kita.
Dengan adanya
bisnis ini kami berupaya untuk menjaga eksistensi bahan – bahan kejawen yang
semakin langka didapat. Juga membuka peluang usaha untuk mengurangi angka
pengangguran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar