Sabtu, 11 Februari 2017

MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN



PERENCANAAN KEUANGAN

PEMBAHASAN

   A. PENGERTIAN PERENCANAAN KEUANGAN

 Perencanaan mempunyai beberapa definisi rumusan yang berbeda satu dengan lainnya. Defenisi perencanaan dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Menurut Cuningham menyatakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.
2.      Menurut Siagian (1994:108) perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.”
3.      Menurut prajudi Atmusudirjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan bagaimana.
4.      Bintoro Tjokroamidjojo menyatakan bahwa perencanaan dalam arti luas adalah proses memprsiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
5.      Menurut Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Muhammad Fakri menyatakan bahwa perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan. Dari kutipan tersebut dapat dianalisis bahwa dalam menyusun perencanaan perlu memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan masa depan, adanya kegiatan, proses yang sistematis, hasil dan tujuan tertentu.
6.      Menurut Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna. Dari pendapat Kaufman tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu yang menjadi keperluan dalam sebuah system untuk mendukung tercapainya tujuan.
7.      Harjanto memberi komentar terhadap pendapat Kaufman bahwa perencanaan merupakan proses untuk menentukan kemana harus melangkah dan mengidentifikasi berbagai persyaratan yang dibutuhkan dengan cara efektif dan efesien. Harjanto menyatakan bahwa perencanaan mengandung enam pokok pikiran yaitu, pertama perencaaan melibatkan proses penentapan keadaan masa depan yang diinginkan. Kedua, keadaan masa depan yang diinginkan dibandingkan dengan kenyataan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya. Ketiga, untuk menutup kesenjangan perlu dilakukan usaha-usaha. Keempat, usaha untuk menutup kesenjangan tersebut dapat dilakukan derngan berbagai usaha dan alternative. Kelima, perlu pemilihan alternative yang baik, dalam hal ini mencakup efektifitas dan efesiensi. Keenam, alternative yang sudah dipilih hendaknya diperinci sehingga dapat menajdi petunjuk dan pedoman dalam pengambilan kebijakan. [1]
Keuangan dapat didefinisikan sebagai sebuah lingkup yang mempelajari cara seseorang, bisnis, dan organisasi mengatur, mengalokasikan, dan menggunakan sumber daya keuangan dari waktu ke waktu dengan memperhatikan resiko-resiko dalam proyek mereka. Keuangan digunakan oleh perseorangan, pemerintahan, korporasi keuangan, dan semua jenis oraganisasi termasuk sekolah dan organisasi non-profit.Secara umum tujuan dari masing-masing aktivitas tersebut dicapai melalui penggunaan instrumen keuangan yang sesuai, serta dipertimbangkan dengan pengaturan institusional mereka.
Keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen bisnis.Tanpa perencanaan keuangan yang layak, sebuah perusahaan baru kemungkinan besar tidak sukses. Mengatur uang, aset cair sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup individu dan organisasi.[2]
Setelah mengetahui masing – masing dari pengertian perencanaan dan keuangan, maka pengertian dari perencanaan keuangan tersendiri yakni suatu ilmu yang menempatkan kajian tentang keuangan dengan menempatkan berbagai atribut keuangan secara terkonsep dan sistematis baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Jika suatu perusahaan berkeinginan untuk menciptakan perusahaan yang bersifat berkelanjutan maka artinya perencanaan keuangan perusahaan bersifat jangka panjang. Namun jika ingin mengejar profit jangka pendek, maka perencanaan perusahaan bersifat jangka pendek. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat jangka panjang.[3] Perencanaan keuangan dimaksudkan untuk memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa yang akan datang. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah perusahaan perlu menambah dana dari luar, bagaimana profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang dan sebagainya.
Dalam pengertian lain juga dijelaskan bahwa perencanaan keuangan adalah kegiatan untuk memprakirakan pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang akan datang. Untuk memprakirakan pendapatan, pertama, anda perlu memprakirakan volume penjualan.Prakiraan volume penjualan harus mencakup permintaan. Aspek teknis proses pasokan perlu dipikirkan, termasuk tenaga kerja, kebutuhan alat, dan waktu serta transportasi selama tahapan-tahapan pemasokan. suatu prakiraan dan perencanaan keuangan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan / organisasi karena, memuat misi dan tujuan usaha, cara kerja dan rincian keuangan, susunan menajemen dan bagaimana cara mencapai tujuan usahanya sehingga hal tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan.[4]
Selain itu, perencanaan keuangan adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti alias berkelanjutan. Hidup itu ibarat roda yang terus berputar demikian juga proses perencanaan keuangan. Hal ini dikarenakan keadaan keuangan seseorang atau sebuah keluarga akan selalu berubah-ubah sejalan dengan perubahan kebutuhan keuangan, keadaan ekonomi, dan tahapan kehidupan.  Contohnya, bila sebelumnya lajang kemudian menikah, tentunya akan merubah secara drastis rencana keuangan seseorang. Tadinya hanya untuk satu orang sekarang sudah menjadi keluarga.Begitu pula bila keluarga mengalami penambahan anggota keluarga melalui kelahiran anak maupun pengurangan anggota keluarga karena meninggal dunia.Semua perubahan itu tentunya memiliki dampak financial yang tidak sedikit. Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan sebuah rencana keuangan (financial plan) yang jelas dan memudahkan si pemilik rencana untuk mencapai tujuan finansialnya. Perencanaan keuangan dimaksudkan untuk memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa yang akan datang. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah perusahaan perlu menambah dana dari luar, bagaimana profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang dan  sebagainya.[5]

     B.  TUJUAN PERENCANAAN KEUANGAN
1.      Membantu manajemen dalam melihat kaitan antara berbagai keputusan
2.      Memberikan kerangka sistematis bagi manajemen dalam mengembangkan dan memanfaatkan berbagai peluang.
3.      Membantu manajemen dalam mengantisipasi hal-hal yang sangat tidak diinginkan dengan mengidentifikasi hasil-hasil yang mungkin terjadi dan membuat rencana-rencana cadangan.
4.      Membantu manajemen dalam menentukan apakah tujuan-tujuan yang ingin dicapai layak dan tidak bertentangan satu dengan yang lain.[6]

    C.  ELEMEN – ELEMEN PERENCANAN KEUANGAN
1.      pembelian (investasi) dalam aset-aset tetap baru yang ditemukan dalam keputusan penganggaran modal (capital budgeting)
2.      Tingkat pinjaman (financial leverage) yang ditentukan dalam keputusan struktur modal (capital structure)
3.      Pembayaran dividen kepada para pemegang saham yang ditentukan dalam keputusan kebijakan dividen (dividend policy).
4.      persyaratan likuiditas yang ditentukan dalam keputusan modal kerja bersih (net working capital).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Proses Perencanaan Keuangan:
1.      Jangka waktu : dibedakan antara keputusan jangka pendek (biasa paling lama 12 bulan)
2.      Agregasi-kombinasi keputusan-keputusan penganggaran modal menjadi satu proyek besar.
3.      Asumsi dan skenario : a) Buatlah asumsi-asumsi yang realistic (masuk akal) tentang berbagai variabel penting, b) Jalankan seberapa scenario dengan membuat variasi atas asumsi-asumsi yang dipakai dalam angka yang mausk akal, c) Buatlah sekurang-kurangnya scenario-scenario terburuk, normal dan terbaik.[7]

     D.  JENIS – JENIS PERENCANAAN KEUANGAN

Perencanaan keuangan secara umum dilihat berdasarkan waktu terbentuknya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      Perencanaan keuangan jangka pendek. Perencanaan yang dibuat untuk jangka waktu selama 1 tahun atau selama 12 bulan. Hal ini dikarenakan untuk menjaga likuiditas perusahaan, karena dengan perencanaan ini dapat diprakirakan berapa, kapan, dan apakah kebutuhan kas tersebut dapat dibiayai oleh perusahaan atau harus mencari sumber dari luar. Alat yang dipergunakan adalah dengan menyusun anggaran kas yaitu taksiran tentang kas masuk dan kas keluar pada periode waktu tertentu.
2.      Perencanaan keuangan jangka menengah. Perencanaan keuangan yang dibentuk dalam jangka waktu 1 hingga 5 tahun. Perencanaan ini dimulai saat keputusan mengenai kapasitas jangka panjang telah dibuat.
3.      Perencanaan keuangan jangka panjang. Perencanaan keuangan yang dibuat dalam jangka waktu 5 tahun. Bahkan hingga 10 sampai 15 tahun. Namun juga terdapat beberapa perusahaan multinasional yang membuatnya dalam jangka waktu 25 sampai 30 tahun. Suatu perencanaan yang dibuat dalam periode panjang bertujuan untuk memastikan suatu perusahaan bisa mengkonsep stabilitas penjualan, ekspansi serta inovasi produk secara sustainable. Dan konsep sustainable banyak diterapkan dalam perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional sendiri yakni perusahaan yang kantor induknya berada di Negara asal namun memiliki kantor cabang di berbagai Negara di dunia ini. Contoh : Exxon Mobil, Chevron, Total Finance , Freeport dan lain –lain.[8] Perencanaan jangka panjang pada umumnya menggunakan model keuangan tertentu, salah satu yang sering digunakan adalah model persentase penjualan. Dasar pemikiran dari model ini adalah bahwa perusahaan tentunya memerlukan dana yang makin besar kalau yang aktivitasnya meningkat, ukuran aktivitas ini adalah penjualan. Asumsi penting dari model ini adalah bahwa rekening-rekening yang berubah sesuai dengan penjualan, diasumsikan proporsinya tetap tidak berubah. Umumnya diakui bahwa kalau penjualan meningkat, suatu aktiva tentunya meningkat. Karena itu, untuk menggunakan model tersebut diperlukan : Identifikasi rekening-rekening yang berubah apabila penjualan berubah dan kebijakan keuangan yang dianut oleh perusahaan. [9]

 
      E. TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN KEUANGAN
Kegiatan penyusunan perencanaan keuangan sebenarnya sudah merupakan kegiatan rutin bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia. Penggunaan komputer dan perangkat lunak keuangan menimbulkan pengaruh besar dalam kegiatan penyusunan rencana keuangan. Penyusunan program perencanaan keuangan perusahaan yang terpadu dengan menggunakan komputer dapat menghemat biaya karena cepat dan akurat.Suatu perencanaan keuangan dapat terbentuk dalam suatu perusahaan dengan baik jika manager  keuangan berusaha menempatkan kajian dari sudut pandang efisiensi dan efektivitas. Efisiensi dilihat dari segi biaya dan efektivitas dilihat dari segi waktu. Penyusunan perencanaan keuangan dalam manajemen keuangan diperlukan agar kebutuhan-kebutuhan keuangan perusahaan di masa mendatang dapat ditaksir. Proses penyusunan perencanaan keuangan perusahaan mengikuti suatu urutan langkah-langkah yang jelas dan logis, yakni :
1.      Memproyeksikan laba penjualan dan belanja perusahaan selama periode perusahaan tersebut.
2.      Menaksir besarnya investasi yang berupa aktiva tetap dan aktiva lancar, yang dibutuhkan untuk mencapai proyeksi penjualan.
3.      Menentukan kebutuhan-kebutuhan keuangan perusahaan dalam periode tersebut.[10]
Perencanaan keuangan yang sukses berarti kita yang mengendalikan uang kita,  bukan uang yang mengendalikan kehidupan kita. Perencanaan keuangan yang baik tidak selalu ditentukan oleh faktor besarnya penghasilan . Yang menentukan dalam keberhasilan keuangan adalah pilihan dan prioritas yang kita lakukan. Kesuksesan keuangan mungkin tampak seperti mimpi yang sulit dicapai. Selain langkah – langkah yang sudah dipaparkan di atas juga masih terdapat beberapa langkah atau cara dalam penyusunan perencanaaan keuangan yakni :
1.      Menetapkan tujuan keuangan dan menentukan prioritas
Pada tahap ini seseorang (selanjutnya kita sebut individu) bersama perencana keuangan menentukan tujuan keuangannya, memahami jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, mendiskusikan bagaimana perasaan individu atas risiko yang mungkin muncul dan selanjutnya memprioritaskannya. Yang perlu ditekankan adalah tujuan tersebut haruslah SMART atau spesifik (specific), dapat diukur (measurable), dapat dicapai (achievable), realistis (realistic), dan punya target waktu pencapaian (target). Contoh dari tujuan keuangan: mempertahankan gaya hidup saat ini, mengakumulasikan kekayaan untuk tujuan pensiun, proteksi jiwa dan kesehatan, pendidikan anak, pembagian warisan secara adil, kebebasan financial, meminimalkan pajak yang dibayar.
2.      Mengumpulkan informasi yang relevan
Langkah berikutnya adalah mengumpulkan data finansial yang diperlukan sebanyak mungkin untuk merumuskan strategi yang cocok guna merealisasikan tujuan. Semua informasi atau dokumen yang diperlukan harus ditemukan, sebelum mendapatkan nasihat yang dibutuhkan. Informasi mengenai data keuangan dapat diperoleh melalui pengumpulan data, survei, maupun pengisian kuesioner. Cara apa pun yang ditempuh mempunyai kelebihan masing-masing. Contoh informasi yang harus dikumpulkan : data tentang asset/kekayaan dan kewajiban/utang, proyeksi pendapatan di masa mendatang, analisis arus kas dan budget, tabungan, polis asuransi yang dimilki, profil resiko individu.
3.      Analisis informasi yang ada
Selanjutnya, individu dan perencana keuangan harus melakukan analisis dan evaluasi atas informasi yang diperoleh untuk menentukan situasi individu saat ini dan menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan individu tersebut. Pada tahap ini perencana keuangan mencoba melihat kekuatan dan kelemahan status keuangan individu dan menganalisis bahaya atau risiko potensial yang mungkin muncul yang dapat menghalangi pencapaian tujuan keuangan. Analisis yang dilakukan termasuk analisis aset, kewajiban dan arus kas, asuransi yang telah dimiliki, serta investasi yang telah dilakukan. Hal ini tergantung dari jenis pelayanan yang diinginkan sang individu. Dari analisis ini, perencana keuangan dapat menilai apakah tujuan keuangan kliennya realistis atau tidak. Jika tidak, sang individu akan disarankan untuk mengubah harapannya. Contoh area penting untuk melakukan analisis : prospek karier dan pendapatan nasabah, akumulasi dana yang sudah terkumpul untuk kebutuhan pensiun, kepemilikan rumah, pengelolaan kewajiban/ utang, dana yang telah dipersiapkan untuk pendidikan, perencanaan bisnis pribadi, tabungan yang sudah dimiliki hingga saat ini.
4.      Menyajikan rekomendasi perencanaan keuangan
Perencana keuangan harus memberikan rekomendasi perencanaan keuangan yang dititikberatkan pada tujuan keuangan individu berdasarkan informasi yang diberikan dan mengakomodir sejumlah faktor eksternal yang mungkin menghambat pencapaian tujuan keuangan. Perencana keuangan harus memastikan bahwa rekomendasi yang dibuatnya dibangun atas dasar pertimbangan yang sangat hati-hati dari seluruh data kuantitatif dan kualitatif yang terkumpul. Perencana keuangan bersama-sama dengan individu yang menjadi kliennya akan mempelajari rekomendasi tersebut. Tujuannya adalah menolong individu untuk memahami rekomendasi tersebut sehingga individu dapat mengambil keputusan secara tepat dan benar. Perencana keuangan juga harus mendengarkan apa yang dipikirkan oleh individu tersebut dan melakukan revisi atas rekomendasi tersebut apabila diperlukan. Rekomendasi yang dibuat harus komprehensif dan sebaiknya terdiri dari: perencanaan warisan dan perencanaan pajak, Perencanaan asuransi, perencanaan pensiun & pendidikan anak, Perencanaan investasi dana lokasi asset, Perencanaan untuk memiliki rumah pribadi, Perencanaan tabungan rutin maupun arus kas.
5.       Implementasi rekomendasi perencanaan keuangan
Langkah selanjutnya yang paling penting adalah mengimplementasikan rekomendasi yang dibuat. Ibarat dokter yang sudah memberikan resepnya kepada pasien, maka agar bisa sembuh, pasien tersebut harus menebus resep tersebut. Perencana keuangan dan individu bersama-sama mempelajari rekomendasi perencanaan keuangan dan harus sepakat tentang bagaimana rekomendasi tersebut akan dilaksanakan. Perencana keuangan dapat menjadi semacam "pengawas" dalam melakukan koordinasi atas seluruh proses perencanaan keuangan yang terjadi bersama individu dan profesional lainnya, seperti pengacara/notaris, pialang saham atau konsultan pajak/akuntan.
6.      Mengawasi perencanaan keuangan
Mengingat proses perencanaan keuangan adalah proses yang dinamis, maka diperlukan pemeriksaan dan revisi secara berkesinambungan. Tujuan dan status keuangan individu sangat mungkin berubah tanpa dapat dihindari. Sebab perubahan adalah hal yang absolut. Dan perubahan bisa terjadi baik secara internal (dari individu itu sendiri) maupun secara eksternal (misalnya inflasi dan sebagainya). Pertemuan rutin antara perencana keuangan dengan individu dalam rangka pengawasan ini sangat penting untuk melihat perubahan maupun perkembangan keadaan keuangan individu. Di samping itu juga penting untuk memonitor portofolio aset individu tersebut dan memberikan saran yang cocok dengan perubahan-perubahan tersebut. Tujuan akhir dari pengawasan perencanaan keuangan ini adalah untuk memastikan bahwa perencanaan tersebut tercapai sesuai dengan yang diharapkan.[11]

      F.  KONDISI PERENCANAAN KEUANGAN
Dalam pembuatan perencanaan keuangan harus dipikirkan kondisi – kondisi yang mungkin terjadi dikemudian hari. Secara umum terdapat tiga kondisi yang harus diantisipasi  dalam pembuatan perencanaan keuangan :
1.      Kondisi buruk. Dalam dunia bisnis terjadi kondisi buruk karena dipengaruhi berbagai aspek seperti resesi ekonomi, krisis moneter, peperangan, dan lain sebagainya. Dalam kondisi ini, rencana bisnis harus dibuatkan asumsi – asumsi dalam rangka mengantisipasi untuk dikemudian hari terjadi kembali.
2.      Kondisi normal atau biasa. Dalam kondisi seperti ini perusahaan diminta membuat rencana dengan menempatkan asumsi – asumsi yang akan terjadi dalam kondisi normal. Namun tetap meletakkan analisa kehati – hatian yang mendalam jika suatu saat terjadi kondisi buruk.
3.      Kondisi baik atau bertumbuh. Pada kondisi ini bisnis berkembang dengan baik, karena setiap perencanaan bisnis dapat dijalankan dengan baik. Pada konteks Ini Stephen  A. Ross, dkk mengatakan bahwa “ masing – masing divisi akan diminta untuk membuat kasus berdasarkan asumsi – asumsi yang optimistis. Kasus ini dapat melibatkan produk – produk dan ekspansi baru dan kemudian akan merinci pendalaman yang dibutuhkan untuk mendanai ekspansi tersebut.[12]


[2] http://www.entrepreneurmuda.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3851:definisi-keuangan&catid=67:financial-management&Itemid=94. Diunduh pada tanggal 15 september 2013.

[3] Irham Fahmi, Pegantar Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 7-8.
[5] Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti, Dasar – dasar Manajemen Keuangan ( Yogyakarta : Akademi  Manajemen  Perusahaan YKPN, 2002), 101.
[6] PDF. Diunduh pada tanggal 27 september 2013.
[7] PDF. Diunduh pada tanggal 29 september 2013.
[8] Irham Fahmi, Pengantar Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 8.
[9] PDF. Diunduh pada tanggal 27 september 2013.
[10] John D. Martin & J. William Petty. Dasar – dasar  manajemen  keuangan ( Jakarta : PT Raja Grafindo, 2002 ), 89.
[12] Irham Fahmi, Penganatar Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 10.
 

1 komentar:

  1. Nama saya Ibu Maria Pedro, manajer cabang JAMINAN GARANSI. Apakah Anda memerlukan pinjaman atau hipotek atau tunjangan lainnya? Apakah Anda memerlukan pinjaman? Sudahkah anda menolak bank dan lembaga keuangan lainnya? Cari tahu lebih banyak tentang masalah keuangan di masa lalu !!! Kami memberikan pinjaman kepada perusahaan, entitas dan individu dengan harga rendah dan wajar untuk jangka waktu tetap 1-30 tahun dan enam bulan sebelum dimulainya cicilan bulanan. Anda bisa menghubungi kami melalui e-mail: (mariapedroguaranteetrustloan@gmail.com)

    DATA APLIKASI

    1) nama:
    2) Negara:
    3) Alamat:
    4) Jenis Kelamin:
    5) Status perkawinan:
    6) Pekerjaan:
    7) Nomor Telepon:
    8) posisi di tempat kerja:
    9) penghasilan bulanan:
    10) Jumlah pinjaman:
    11) Jangka waktu pinjaman:
    (12) Tujuan pinjaman:
    13) Tanggal Lahir:
    Terima kasih

    BalasHapus