PERENCANAAN
KEUANGAN
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PERENCANAAN
KEUANGAN
Perencanaan
mempunyai beberapa definisi rumusan yang berbeda satu dengan lainnya. Defenisi
perencanaan dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Menurut
Cuningham menyatakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan,
fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan
memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang
diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan
dalam penyelesaian.
2.
Menurut
Siagian (1994:108) perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses
pemikiran dan penentuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di
masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.”
3.
Menurut
prajudi Atmusudirjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang
sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan
bagaimana.
4.
Bintoro
Tjokroamidjojo menyatakan bahwa perencanaan dalam arti luas adalah proses
memprsiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu.
5.
Menurut
Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai
keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Muhammad Fakri menyatakan bahwa
perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian
kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan. Dari kutipan
tersebut dapat dianalisis bahwa dalam menyusun perencanaan perlu memperhatikan
hal-hal yang berhubungan dengan masa depan, adanya kegiatan, proses yang
sistematis, hasil dan tujuan tertentu.
6.
Menurut
Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna. Dari
pendapat Kaufman tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu
yang menjadi keperluan dalam sebuah system untuk mendukung tercapainya tujuan.
7.
Harjanto
memberi komentar terhadap pendapat Kaufman bahwa perencanaan merupakan proses
untuk menentukan kemana harus melangkah dan mengidentifikasi berbagai
persyaratan yang dibutuhkan dengan cara efektif dan efesien. Harjanto
menyatakan bahwa perencanaan mengandung enam pokok pikiran yaitu, pertama
perencaaan melibatkan proses penentapan keadaan masa depan yang diinginkan.
Kedua, keadaan masa depan yang diinginkan dibandingkan dengan kenyataan
sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya. Ketiga, untuk menutup
kesenjangan perlu dilakukan usaha-usaha. Keempat, usaha untuk menutup
kesenjangan tersebut dapat dilakukan derngan berbagai usaha dan alternative.
Kelima, perlu pemilihan alternative yang baik, dalam hal ini mencakup
efektifitas dan efesiensi. Keenam, alternative yang sudah dipilih hendaknya
diperinci sehingga dapat menajdi petunjuk dan pedoman dalam pengambilan
kebijakan. [1]
Keuangan
dapat didefinisikan sebagai sebuah lingkup yang mempelajari cara seseorang,
bisnis, dan organisasi mengatur, mengalokasikan, dan menggunakan sumber daya
keuangan dari waktu ke waktu dengan memperhatikan resiko-resiko dalam proyek
mereka. Keuangan digunakan oleh perseorangan, pemerintahan, korporasi keuangan,
dan semua jenis oraganisasi termasuk sekolah dan organisasi non-profit.Secara
umum tujuan dari masing-masing aktivitas tersebut dicapai melalui penggunaan
instrumen keuangan yang sesuai, serta dipertimbangkan dengan pengaturan
institusional mereka.
Keuangan
merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen bisnis.Tanpa perencanaan
keuangan yang layak, sebuah perusahaan baru kemungkinan besar tidak sukses.
Mengatur uang, aset cair sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup
individu dan organisasi.[2]
Setelah mengetahui masing – masing dari pengertian
perencanaan dan keuangan, maka pengertian dari perencanaan keuangan tersendiri
yakni suatu ilmu yang menempatkan kajian tentang keuangan dengan menempatkan
berbagai atribut keuangan secara terkonsep dan sistematis baik secara jangka
pendek maupun jangka panjang. Jika suatu perusahaan berkeinginan untuk
menciptakan perusahaan yang bersifat berkelanjutan maka artinya perencanaan
keuangan perusahaan bersifat jangka panjang. Namun jika ingin mengejar profit
jangka pendek, maka perencanaan perusahaan bersifat jangka pendek. Perencanaan
yang baik adalah perencanaan yang bersifat jangka panjang.[3] Perencanaan
keuangan dimaksudkan untuk memperkirakan posisi dan kondisi keuangan di masa
yang akan datang. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah perusahaan perlu
menambah dana dari luar, bagaimana profitabilitas perusahaan di masa yang akan
datang dan sebagainya.
Dalam pengertian lain juga dijelaskan bahwa perencanaan
keuangan adalah kegiatan
untuk memprakirakan pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang akan datang.
Untuk memprakirakan pendapatan, pertama, anda perlu memprakirakan volume
penjualan.Prakiraan volume penjualan harus mencakup permintaan. Aspek teknis
proses pasokan perlu dipikirkan, termasuk tenaga kerja, kebutuhan alat, dan
waktu serta transportasi selama tahapan-tahapan pemasokan. suatu prakiraan dan
perencanaan keuangan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan / organisasi
karena, memuat misi dan tujuan usaha, cara kerja dan rincian keuangan, susunan
menajemen dan bagaimana cara mencapai tujuan usahanya sehingga hal tersebut
mempengaruhi kinerja perusahaan.[4]
Selain itu, perencanaan keuangan adalah
sebuah proses yang tidak pernah berhenti alias berkelanjutan. Hidup itu ibarat
roda yang terus berputar demikian juga proses perencanaan keuangan. Hal ini
dikarenakan keadaan keuangan seseorang atau sebuah keluarga akan selalu
berubah-ubah sejalan dengan perubahan kebutuhan keuangan, keadaan ekonomi, dan
tahapan kehidupan. Contohnya, bila
sebelumnya lajang kemudian menikah, tentunya akan merubah secara drastis
rencana keuangan seseorang. Tadinya hanya untuk satu orang sekarang sudah
menjadi keluarga.Begitu pula bila keluarga mengalami penambahan anggota
keluarga melalui kelahiran anak maupun pengurangan anggota keluarga karena
meninggal dunia.Semua perubahan itu tentunya memiliki dampak financial yang
tidak sedikit. Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan sebuah rencana
keuangan (financial plan) yang jelas dan memudahkan si pemilik rencana untuk
mencapai tujuan finansialnya. Perencanaan keuangan dimaksudkan untuk memperkirakan
posisi dan kondisi keuangan di masa yang akan datang. Dengan demikian dapat
diperkirakan apakah perusahaan perlu menambah dana dari luar, bagaimana
profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang dan sebagainya.[5]
B. TUJUAN PERENCANAAN KEUANGAN
1.
Membantu
manajemen dalam melihat kaitan antara berbagai
keputusan
2.
Memberikan
kerangka sistematis bagi manajemen dalam mengembangkan dan memanfaatkan berbagai
peluang.
3.
Membantu
manajemen dalam mengantisipasi hal-hal yang sangat tidak diinginkan dengan
mengidentifikasi hasil-hasil yang mungkin terjadi dan membuat rencana-rencana
cadangan.
4.
Membantu
manajemen dalam menentukan apakah tujuan-tujuan yang ingin dicapai layak dan
tidak bertentangan satu dengan yang lain.[6]
C. ELEMEN – ELEMEN PERENCANAN KEUANGAN
1.
pembelian
(investasi) dalam aset-aset tetap baru yang ditemukan dalam keputusan
penganggaran modal (capital budgeting)
2. Tingkat pinjaman (financial leverage) yang
ditentukan dalam keputusan struktur modal (capital structure)
3. Pembayaran dividen kepada para pemegang saham
yang ditentukan dalam keputusan kebijakan dividen (dividend policy).
4. persyaratan likuiditas yang ditentukan dalam
keputusan modal kerja bersih (net working capital).
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam Proses Perencanaan Keuangan:
1.
Jangka
waktu : dibedakan antara keputusan jangka pendek (biasa paling lama 12 bulan)
2.
Agregasi-kombinasi
keputusan-keputusan penganggaran modal menjadi satu proyek besar.
3.
Asumsi
dan skenario : a) Buatlah asumsi-asumsi yang realistic (masuk akal) tentang
berbagai variabel penting, b) Jalankan seberapa scenario dengan membuat variasi
atas asumsi-asumsi yang dipakai dalam angka yang mausk akal, c) Buatlah sekurang-kurangnya scenario-scenario
terburuk, normal dan terbaik.[7]
D. JENIS – JENIS
PERENCANAAN KEUANGAN
Perencanaan keuangan secara umum dilihat berdasarkan
waktu terbentuknya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Perencanaan keuangan
jangka pendek. Perencanaan yang dibuat untuk jangka waktu selama 1 tahun atau
selama 12 bulan. Hal ini dikarenakan untuk
menjaga likuiditas perusahaan, karena dengan perencanaan ini dapat diprakirakan
berapa, kapan, dan apakah kebutuhan kas tersebut dapat dibiayai oleh perusahaan
atau harus mencari sumber dari luar. Alat yang dipergunakan adalah dengan
menyusun anggaran kas yaitu taksiran tentang kas masuk dan kas keluar pada
periode waktu tertentu.
2.
Perencanaan
keuangan jangka menengah. Perencanaan keuangan yang dibentuk dalam jangka waktu
1 hingga 5 tahun. Perencanaan ini dimulai saat keputusan mengenai
kapasitas jangka panjang telah dibuat.
3.
Perencanaan keuangan jangka panjang. Perencanaan
keuangan yang dibuat dalam jangka waktu 5 tahun. Bahkan hingga 10 sampai 15
tahun. Namun juga terdapat beberapa perusahaan multinasional yang membuatnya
dalam jangka waktu 25 sampai 30 tahun. Suatu perencanaan yang dibuat dalam
periode panjang bertujuan untuk memastikan suatu perusahaan bisa mengkonsep
stabilitas penjualan, ekspansi serta inovasi produk secara sustainable. Dan
konsep sustainable banyak diterapkan dalam perusahaan multinasional. Perusahaan
multinasional sendiri yakni perusahaan yang kantor induknya berada di Negara
asal namun memiliki kantor cabang di berbagai Negara di dunia ini. Contoh :
Exxon Mobil, Chevron, Total Finance , Freeport dan lain –lain.[8] Perencanaan jangka panjang pada umumnya
menggunakan model keuangan tertentu, salah satu yang sering digunakan adalah
model persentase penjualan. Dasar pemikiran dari model ini adalah bahwa
perusahaan tentunya memerlukan dana yang makin besar kalau yang aktivitasnya
meningkat, ukuran aktivitas ini adalah penjualan. Asumsi penting dari model ini
adalah bahwa rekening-rekening yang berubah sesuai dengan penjualan,
diasumsikan proporsinya tetap tidak berubah. Umumnya diakui bahwa kalau
penjualan meningkat, suatu aktiva tentunya meningkat. Karena itu, untuk
menggunakan model tersebut diperlukan : Identifikasi
rekening-rekening yang berubah apabila penjualan berubah dan kebijakan keuangan yang dianut oleh perusahaan. [9]
E. TATA CARA PENYUSUNAN
PERENCANAAN KEUANGAN
Kegiatan penyusunan perencanaan keuangan
sebenarnya sudah merupakan kegiatan rutin bagi sebagian besar perusahaan di
Indonesia. Penggunaan komputer dan perangkat lunak keuangan menimbulkan
pengaruh besar dalam kegiatan penyusunan rencana keuangan. Penyusunan program
perencanaan keuangan perusahaan yang terpadu dengan menggunakan komputer dapat
menghemat biaya karena cepat dan akurat.Suatu perencanaan keuangan dapat
terbentuk dalam suatu perusahaan dengan baik jika manager keuangan berusaha menempatkan kajian dari
sudut pandang efisiensi dan efektivitas. Efisiensi dilihat dari
segi biaya dan efektivitas dilihat dari segi waktu. Penyusunan perencanaan keuangan dalam manajemen
keuangan diperlukan agar kebutuhan-kebutuhan keuangan perusahaan di masa
mendatang dapat ditaksir. Proses penyusunan perencanaan keuangan perusahaan
mengikuti suatu urutan langkah-langkah yang jelas dan logis, yakni :
1. Memproyeksikan laba penjualan dan belanja
perusahaan selama periode perusahaan tersebut.
2. Menaksir besarnya investasi yang berupa aktiva
tetap dan aktiva lancar, yang dibutuhkan untuk mencapai proyeksi penjualan.
3. Menentukan kebutuhan-kebutuhan keuangan
perusahaan dalam periode tersebut.[10]
Perencanaan keuangan yang sukses berarti kita yang mengendalikan uang kita, bukan
uang yang mengendalikan kehidupan kita. Perencanaan keuangan yang baik tidak selalu
ditentukan oleh faktor besarnya penghasilan . Yang menentukan dalam keberhasilan keuangan adalah pilihan dan prioritas
yang kita
lakukan. Kesuksesan keuangan mungkin tampak seperti mimpi yang sulit dicapai. Selain
langkah – langkah yang sudah dipaparkan di atas juga masih terdapat beberapa langkah
atau cara dalam penyusunan perencanaaan keuangan yakni :
1. Menetapkan
tujuan keuangan dan menentukan prioritas
Pada
tahap ini seseorang (selanjutnya kita sebut individu) bersama perencana
keuangan menentukan tujuan keuangannya, memahami jangka waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan tersebut, mendiskusikan bagaimana perasaan individu atas
risiko yang mungkin muncul dan selanjutnya memprioritaskannya. Yang perlu
ditekankan adalah tujuan tersebut haruslah SMART atau spesifik (specific),
dapat diukur (measurable), dapat dicapai (achievable), realistis (realistic),
dan punya target waktu pencapaian (target). Contoh
dari tujuan keuangan: mempertahankan
gaya hidup saat ini, mengakumulasikan kekayaan untuk tujuan pensiun, proteksi
jiwa dan kesehatan, pendidikan anak, pembagian warisan secara adil, kebebasan
financial, meminimalkan pajak yang dibayar.
2. Mengumpulkan
informasi yang relevan
Langkah
berikutnya adalah mengumpulkan data finansial yang diperlukan sebanyak mungkin
untuk merumuskan strategi yang cocok guna merealisasikan tujuan. Semua
informasi atau dokumen yang diperlukan harus ditemukan, sebelum mendapatkan
nasihat yang dibutuhkan. Informasi mengenai data keuangan dapat diperoleh
melalui pengumpulan data, survei, maupun pengisian kuesioner. Cara apa pun yang
ditempuh mempunyai kelebihan masing-masing. Contoh
informasi yang harus dikumpulkan : data tentang
asset/kekayaan dan kewajiban/utang, proyeksi pendapatan di masa mendatang,
analisis arus kas dan budget, tabungan, polis asuransi yang dimilki, profil
resiko individu.
3. Analisis
informasi yang ada
Selanjutnya,
individu dan perencana keuangan harus melakukan analisis dan evaluasi atas
informasi yang diperoleh untuk menentukan situasi individu saat ini dan
menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan individu tersebut.
Pada tahap ini perencana keuangan mencoba melihat kekuatan dan kelemahan status
keuangan individu dan menganalisis bahaya atau risiko potensial yang mungkin
muncul yang dapat menghalangi pencapaian tujuan keuangan. Analisis yang dilakukan termasuk analisis aset,
kewajiban dan arus kas, asuransi yang telah dimiliki, serta investasi yang
telah dilakukan. Hal ini tergantung dari jenis pelayanan yang diinginkan sang
individu. Dari analisis ini, perencana keuangan dapat menilai apakah tujuan
keuangan kliennya realistis atau tidak. Jika tidak, sang individu akan disarankan
untuk mengubah harapannya. Contoh area penting untuk melakukan analisis :
prospek karier dan pendapatan nasabah, akumulasi dana yang sudah terkumpul
untuk kebutuhan pensiun, kepemilikan rumah, pengelolaan kewajiban/ utang, dana
yang telah dipersiapkan untuk pendidikan, perencanaan bisnis pribadi, tabungan
yang sudah dimiliki hingga saat ini.
4. Menyajikan
rekomendasi perencanaan keuangan
Perencana
keuangan harus memberikan rekomendasi perencanaan keuangan yang dititikberatkan
pada tujuan keuangan individu berdasarkan informasi yang diberikan dan
mengakomodir sejumlah faktor eksternal yang mungkin menghambat pencapaian
tujuan keuangan. Perencana keuangan harus memastikan bahwa rekomendasi yang
dibuatnya dibangun atas dasar pertimbangan yang sangat hati-hati dari seluruh
data kuantitatif dan kualitatif yang terkumpul. Perencana
keuangan bersama-sama dengan individu yang menjadi kliennya akan mempelajari
rekomendasi tersebut. Tujuannya adalah menolong individu untuk memahami
rekomendasi tersebut sehingga individu dapat mengambil keputusan secara tepat
dan benar. Perencana keuangan juga harus mendengarkan apa yang dipikirkan oleh
individu tersebut dan melakukan revisi atas rekomendasi tersebut apabila
diperlukan. Rekomendasi
yang dibuat harus komprehensif dan sebaiknya terdiri dari: perencanaan warisan dan perencanaan pajak, Perencanaan
asuransi, perencanaan pensiun & pendidikan anak, Perencanaan investasi dana lokasi asset, Perencanaan untuk memiliki rumah pribadi, Perencanaan tabungan rutin maupun arus kas.
5. Implementasi rekomendasi perencanaan keuangan
Langkah
selanjutnya yang paling penting adalah mengimplementasikan rekomendasi yang
dibuat. Ibarat dokter yang sudah memberikan resepnya kepada pasien, maka agar
bisa sembuh, pasien tersebut harus menebus resep tersebut. Perencana keuangan
dan individu bersama-sama mempelajari rekomendasi perencanaan keuangan dan
harus sepakat tentang bagaimana rekomendasi tersebut akan dilaksanakan.
Perencana keuangan dapat menjadi semacam "pengawas" dalam melakukan
koordinasi atas seluruh proses perencanaan keuangan yang terjadi bersama
individu dan profesional lainnya, seperti pengacara/notaris, pialang saham atau
konsultan pajak/akuntan.
6. Mengawasi
perencanaan keuangan
Mengingat
proses perencanaan keuangan adalah proses yang dinamis, maka diperlukan
pemeriksaan dan revisi secara berkesinambungan. Tujuan dan status keuangan
individu sangat mungkin berubah tanpa dapat dihindari. Sebab perubahan adalah
hal yang absolut. Dan perubahan bisa terjadi baik secara internal (dari
individu itu sendiri) maupun secara eksternal (misalnya inflasi dan
sebagainya). Pertemuan
rutin antara perencana keuangan dengan individu dalam rangka pengawasan ini
sangat penting untuk melihat perubahan maupun perkembangan keadaan keuangan
individu. Di samping itu juga penting untuk memonitor portofolio aset individu
tersebut dan memberikan saran yang cocok dengan perubahan-perubahan tersebut.
Tujuan akhir dari pengawasan perencanaan keuangan ini adalah untuk memastikan
bahwa perencanaan tersebut tercapai sesuai dengan yang diharapkan.[11]
F. KONDISI PERENCANAAN KEUANGAN
Dalam pembuatan perencanaan keuangan harus dipikirkan
kondisi – kondisi yang mungkin terjadi dikemudian hari. Secara umum terdapat
tiga kondisi yang harus diantisipasi
dalam pembuatan perencanaan keuangan :
1.
Kondisi buruk. Dalam
dunia bisnis terjadi kondisi buruk karena dipengaruhi berbagai aspek seperti
resesi ekonomi, krisis moneter, peperangan, dan lain sebagainya. Dalam kondisi
ini, rencana bisnis harus dibuatkan asumsi – asumsi dalam rangka mengantisipasi
untuk dikemudian hari terjadi kembali.
2.
Kondisi normal atau
biasa. Dalam kondisi seperti ini perusahaan diminta membuat rencana dengan
menempatkan asumsi – asumsi yang akan terjadi dalam kondisi normal. Namun tetap
meletakkan analisa kehati – hatian yang mendalam jika suatu saat terjadi
kondisi buruk.
3.
Kondisi baik atau
bertumbuh. Pada kondisi ini bisnis berkembang dengan baik, karena setiap
perencanaan bisnis dapat dijalankan dengan baik. Pada konteks Ini Stephen A. Ross, dkk mengatakan bahwa “ masing – masing
divisi akan diminta untuk membuat kasus berdasarkan asumsi – asumsi yang
optimistis. Kasus ini dapat melibatkan produk – produk dan ekspansi baru dan
kemudian akan merinci pendalaman yang dibutuhkan untuk mendanai ekspansi
tersebut.[12]
[1]http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2199241-pengertian-perencanaan-menurut-para-ahli/#ixzz2evOpjsXj.diunduh pada tanggal 15 september 2013.
[2]
http://www.entrepreneurmuda.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3851:definisi-keuangan&catid=67:financial-management&Itemid=94. Diunduh pada
tanggal 15 september 2013.
[3]
Irham Fahmi, Pegantar
Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 7-8.
[4]
http://www.bisosial.com/2012/11/pengertian-perencanaan-keuangan.html.diunduh pada tanggal 15
september 2013.
[5]
Suad Husnan dan Enny
Pudjiastuti, Dasar – dasar Manajemen Keuangan ( Yogyakarta :
Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 2002), 101.
[6]
PDF. Diunduh pada tanggal 27
september 2013.
[7]
PDF. Diunduh pada tanggal 29
september 2013.
[8]
Irham Fahmi, Pengantar
Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 8.
[9]
PDF. Diunduh pada tanggal 27
september 2013.
[10] John D.
Martin & J. William Petty. Dasar – dasar
manajemen keuangan ( Jakarta
: PT Raja Grafindo, 2002 ), 89.
[12]
Irham Fahmi, Penganatar
Manajemen Keuangan ( Bandung : Alfabeta, 2013), 10.
Nama saya Ibu Maria Pedro, manajer cabang JAMINAN GARANSI. Apakah Anda memerlukan pinjaman atau hipotek atau tunjangan lainnya? Apakah Anda memerlukan pinjaman? Sudahkah anda menolak bank dan lembaga keuangan lainnya? Cari tahu lebih banyak tentang masalah keuangan di masa lalu !!! Kami memberikan pinjaman kepada perusahaan, entitas dan individu dengan harga rendah dan wajar untuk jangka waktu tetap 1-30 tahun dan enam bulan sebelum dimulainya cicilan bulanan. Anda bisa menghubungi kami melalui e-mail: (mariapedroguaranteetrustloan@gmail.com)
BalasHapusDATA APLIKASI
1) nama:
2) Negara:
3) Alamat:
4) Jenis Kelamin:
5) Status perkawinan:
6) Pekerjaan:
7) Nomor Telepon:
8) posisi di tempat kerja:
9) penghasilan bulanan:
10) Jumlah pinjaman:
11) Jangka waktu pinjaman:
(12) Tujuan pinjaman:
13) Tanggal Lahir:
Terima kasih